Inovasi Lapas Wahai Wali Menyapa, Bangun Komunikasi Humanis dengan Warga Binaan

  • Administrator
  • Rabu, 15 April 2026 18:44
  • 10 Lihat
  • DAERAH

Wahai, CM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang inklusif dan berbasis kekeluargaan. Melalui program unggulan bertajuk “Wali Menyapa”, Lapas Wahai berupaya meruntuhkan sekat komunikasi antara petugas dan Warga Binaan demi mengoptimalkan proses reintegrasi sosial.

Dalam pers release kepada Citra Maluku, program ini dirancang untuk memberikan perhatian yang lebih personal kepada setiap Warga Binaan. Dalam pelaksanaannya, petugas yang ditunjuk sebagai Wali Pemasyarakatan melakukan dialog interaktif secara rutin, guna mendengarkan aspirasi, memantau perkembangan perilaku, serta menggali potensi yang dimiliki para penghuni Lapas.

Kepala Regu Pengamanan, Jordy Jozeph Laisina, menjelaskan bahwa aspek keamanan berjalan beriringan dengan pendampingan emosional. “Melalui Wali Menyapa, kami ingin memastikan Warga Binaan tidak merasa sendiri. Petugas hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai kakak, sahabat, dan pembimbing yang membantu mereka menemukan kembali jati diri yang positif,” ujarnya, Rabu (15/4).

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa stabilitas keamanan kini tidak lagi semata mengandalkan jeruji besi, tetapi juga kekuatan komunikasi. “Wali Menyapa adalah jembatan hati. Dengan terbukanya ruang dialog, kami lebih mudah menggali potensi Warga Binaan, baik di bidang seni, kerajinan, maupun keterampilan lainnya sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai inisiatif tersebut sebagai wujud transformasi Sistem Pemasyarakatan yang semakin modern dan humanis. “Ini sejalan dengan arahan pusat untuk mengedepankan pembinaan berbasis kemanusiaan. Kita ingin mengubah paradigma Lapas dari tempat penghukuman menjadi pusat pengembangan diri,” ungkapnya.

Melalui program Wali Menyapa, diharapkan tingkat stres Warga Binaan dapat berkurang, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini melalui pendekatan persuasif. Program ini menjadi bukti bahwa masa pidana di Lapas Wahai kini diarahkan menjadi masa produktif dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.(CM/Ml/**)

 

Komentar

0 Komentar